Unordered List

Wednesday, 23 August 2017

Cara Analisis Kerusakan pada sarpras untuk mengisi data Dapodik

Selamat datang,,,
Di bawah ini adalah cara mengetahui dan membuat persentase Analisis serta cara menghitung kerusakan pada Sarpras untuk mengisi data di Dapodik Versi 2018.
Sebagaimana pada sarpras (sarana dan prasarana) pada dapodik untuk mengukur persentase kerusakan ringan, sedang, dan berat masih belum jelas.
Kami mencoba menyajikan bagaimana metode atau cara menganalisis kerusakan di bawah ini, silahkan di cermati:
Sebagai tolak ukur untuk mengisi data sarpras di dapodik, Analisis Tingkat Kerusakan Bangunan lihat panduan di bawah ini:

Tingkat kerusakan yang terjadi pada bangunan dikelompokkan menjadi :
- Tingkat kerusakan   0 – 30%      : kategori rusak ringan
- Tingkat kerusakan 30 – 45%      : kategori rusak sedang
- Tingkat kerusakan 45 – 65%      : kategori rusak berat
- Tingkat keruskan   > 65%            : kategori rusak total
Dengan persentase kerusakan yang telah di input dapat dilihat di sarprasnya akan seperti gambar di bawah ini :
Klasifikasi Kerusakan Bangunan dan pembagiannya menjadi

Ada beberapa rincian katagori kerusakan diantaranya:
No
Kategori Kerusakan
Kerusakan yang Terjadi
Tindakan yang Dianjurkan
1
Rusak Ringan
Dinding retak halus, kerusakan tidak tembus.
2. Plesteran boleh terkelupas.
3. Plafon dan listplank boleh rusak,
4. Tidak ada kerusakan struktural
Bangunan tidak perlu dikosongkan, hanya perlu
perbaikan kosmetik secara arsitektural agar
daya tahan bangunan tetap terpelihara.
2
Rusak Sedang
Dinding partisi retak tembus atau roboh sebagian.
2. Bagian struktural ( kolom, balok, kuda – kuda)
mengalami kerusakan tetapi masih dapat diperbaiki.
3. Dinding structural ( bangunan tanpa kolom dan balok )
mengalami kerusakan yang masih dapat diperbaiki.
Bangunan perlu dikosongkan dan boleh dihuni
kembali setelah dilakukan perbaikan dan
perkuatan untuk dapat menahan beban gempa.
3
Rusak Berat
Dinding retak tembus dan mengalami perubahan bentuk
atau miring.
2. Bagian struktur ( kolom, balok, kuda – kuda) mengalami
kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.
3. Dinding struktural ( bangunan tanpa kolom dan balok )
mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki;
4. Pondasi amblas / retak / bergeser
5. Bangunan roboh total
Bangunan harus dikosongkan atau dirobohkan

Di bawah ini merupakan Contoh Klasifikasi Kerusakan Bangunan

Bagaimana Menentukan tingkat kerusakan sarpras untuk mengisi data di dapodik?
Jawabannya dengan menggunakan rumus prosentase kerusakan yaitu:
Cara Menentukan Tingkat Kerusakan Pada Bagian Kepala Bangunan












Demikian metode pengisian sarana dan prasana yang dapat kami jelaskan semoga dapat memabantu kelancar dalam pengisian data yang akurat di dapodik sekolah kita
Silahkan share ulang jika panduan ini bermamfaat untuk kita semuanya
Terima kasih