Tuesday, 19 April 2016

Mendikbud: Penumbuhan Minat Baca Harus Seiring dengan Daya Baca

Selamat datang pengunjung semuanya,,
Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan didampingi Gubernur Banten Rano Karno dan Bupati Lebak Ita Octavia meresmikan pencanangan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) dan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) di Kampus La Tansa, Lebak, Banten (31/3/2016). Kegiatan yang nantinya akan dilanjutkan di 30 kabupaten/kota di Indonesia ini merupakan salah satu wujud kepedulian pemerintah terhadap pentingnya literasi bagi masyarakat. 
Mendikbud Anies Baswedan mengharapkan gerakan literasi ini nantinya tidak hanya baca, tulis, dan berhitung. Ia berharap nantinya akan ada dorongan agar literasi tidak hanya berhenti di tiga kompetensi tersebut sehingga generasi selanjutnya bisa menjadi unggulan di masa depan.
“Bila kita ingin generasi masa depan menjadi pemenang, maka ada tiga hal yang harus dimiliki. Satu adalah literasi dasar; kedua, kompetensi utama; ketiga adalah karakter, “ tutur Mendikbud.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk mengajak anak-anaknya agar gemar membaca. Diharapkan, tidak hanya minat baca yang ditumbuhkan, tetapi juga daya baca.
“Jangan dibatasi bacanya, selama yang dibaca adalah buku yang baik, majalah yang baik, biarkan mereka membaca,” katanya.
Pencanangan Gerakan Indonesia Membaca yang juga dihadiri oleh para relawan literasi dan warga Lebak ini juga merupakan rangkaian program Pemerintah Provinsi Banten dalam menghapus tunaaksara di provinsi tersebut. Sebagai catatan, pada tahun 2010, di Provinsi Banten terdapat 218.000 orang yang tunaaksara, sedangkan di tahun 2016 ini tersisa 51.000 orang.
Sementara itu terkait Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M), Mendikbud berharap melalui gerakan tersebut, kaum perempuan di seluruh Indonesia menjadi perempuan yang berdaya dan cerdas, yang bisa mengubah keluarga dan lingkungan sekitarnya.
“Perempuan adalah pilarnya sebuah bangsa. Bila perempuannya tercerdaskan, maka bangsanya tercerdaskan. Bila perempuannya maju, bangsanya maju,” sumber: kemdikbud.go.id