Wednesday, 23 March 2016

Lantik Narasumber Nasional Kurikulum 2013, Ini 5 Pesan Mendikbud

Selamat datang pengunjung semuanya,,
Mendikbud menyampaikan 5 pesan saat melantik Narasumber Nasional Kurikulum 2013, berikut beritanya
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan melantik Narasumber Nasional (NN) Kurikulum 2013 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kemendikbud di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Ahad pagi, 20 Maret 2016. Narasumber Nasional yang dilantik berjumlah 155 orang.
Dalam sambutannya, Anies menyebut NN merupakan orang-orang terpilih yang mengemban tanggung jawab besar. Tanggung jawab itu harus diemban secara serius dari awal. Selama ini, kata Anies, persoalan muncul di sekolah lantaran tidak ditangani secara serius.
Ada lima pesan yang disampaikan Anies dalam acara tersebut.
Pertama, NN harus memiliki pemahaman yang lengkap, komprehensif, dan substansif tentang kurikulum. Jika tidak punya pemahaman yang baik, tak ada materi yang bisa disampaikan.
Kedua, tunjukkan sikap, tutur, tata, dan disiplin yang mencerminkan apa yang ingin dilihat di masa mendatang. “Kita semua lebih banyak pengalaman. Tapi cara kita menyampaikan pengalaman akan mencerminkan perspektif yang ada dalam diri kita. NN harus mencerminkan cara pandang positif,” ujarnya.
Ketiga, perhitungkan potensi deviasi dan pemahaman yang berbeda. Penyampaian pemahaman mengenai kurikulum dilakukan secara berjenjang, mulai dari NN, Instruktur Nasional, Instruktur Provinsi, Instruktur Kabupaten/Kota, hingga sekolah. “Tanggung jawab yang amat besar, paham substansi, mampu memfasilitasi, bersikap terbuka, dan mengerti tentang pelayanan menjadi sangat penting,” tegas Anies.
Keempat, membawa unsur kebaruan. NN harus bisa menunjukkan bahwa tak hanya kurikulum yang mengalami kebaruan. NN juga harus mengalami kebaruan, yaitu menjadi fasilitator yang merangsang munculnya pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan selain menyampaikan materi atau bahan yang sudah disiapkan.
“Jika kita membawa semangat perubahan dengan kurikulum baru tetapi menjauhkan diri dari kebaruan dan keterbukaan, maka itu resep mujarab anak-anak kita gagal di masa depan,” ungkap Anies.
Kelima, menjalankan pembelajaran dengan metode yang tidak konvensional. Jika ingin siswa melakukan proses belajar yang aktif, maka NN harus memulainya dengan membangun kemampuan menghadirkan suasana pembelajaran yang aktif.
Anies berharap NN mencatat proses yang dijalani sehingga menjadifeedback bagi tiap peserta. Catat hal-hal yang harus diperbaiki dan koreksi. “Jika kita bisa menempatkan diri sebagai institusi yang berkarakter pembelajaran, maka feedback bagian dari pembelajaran. Jika kita tidak menempatkan diri sebagai institusi pembelajaran, makafeedback akan dipandang sebagai sebuah malapetaka,” katanya. (sumber: http://dikdas.kemdikbud.go.id/)