Sunday, 29 November 2015

Daftar Nama Kepala Daerah Yang Mendapatkan Anugerah Kihajar Tahun 2015

Selamat datang pengunjung semuanya,,
Anugerah dalam kegiatan Kihajar tahun 2015 dari kemdikbud telah diberikan kepada 12 Kepala Daerah oleh kemdikbud, siapa saja mereka dan daerah mana saja berikut yang dapat kami sampaikan:
Kemendikbud, Sebanyak 12 kepala daerah yang terdiri dari empat gubernur dan delapan bupati/walikota menerima Anugerah Kihajar tahun 2015. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan memberikan penghargaan kepada para kepala daerah tersebut dalam acara Malam Anugerah Kihajar ke-10, Kamis (26/11/2015) malam, di Plasa Insan Berprestasi Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jakarta. 
Anugerah Kihajar untuk gubernur dan bupati/walikota adalah bentuk apresiasi Kemendikbud kepada kepala daerah yang berprestasi mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan. Pendayagunaan TIK dalam pendidikan meliputi kegiatan pembelajaran dan administrasi baik di sekolah maupun di lembaga pemerintah yang menangani pendidikan. 
Penganugerahan penghargaan untuk kepala daerah ini didahului proses penilaian yang dilakukan dari Bulan Oktober hingga November 2015. Kategori penilaian meliputi kebijakan, program, dan implementasi. Pada kategori implementasi dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu utama, madya, dan pratama. 
Gubernur yang mendapat Anugerah Kihajar yaitu:
1. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X,
2. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,
3. Gubernur Aceh Zaini Abdullah, dan
4. Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo. Sedangkan
Bupati/Walikota yang mendapat penghargaan yaitu:
a. Haryadi Suyuti (Kota Yogyakarta);
b. Benhur Tomi Mano (Kota Jayapura);
c. Syarif Fasha (Kota Jambi);
d. Illiza S. Djamal (Kota Banda Aceh);
e. Marten A. Taha (Kota Gorontalo);
f. Adi Darma (Kota Bontang);
g. Hendri Arnis (Kota Padang Panjang);
i. Juliatmono (Kabupaten Karanganyar). 
Mendikbud Anies Baswedan mengapresiasi para kepala daerah yang telah mendayagunakan TIK untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Di daerah yang sulit aksesnya, kata Mendikbud, kehadiran teknologi adalah keharusan, karena tanpa teknologi mereka akan semakin tertinggal dari daerah lain. Namun yang lebih penting adalah manusia pengguna teknologinya. "Mari sama-sama dorong, agar guru-guru mengoptimalkan pemanfaatan TIK, dengan begitu teknologi yang hadir benar-benar bisa membuat proses pembelajaran menyenangkan, lebih dekat dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan membuat jarak geografis tidak menjadi kendala," kata Menteri Anies.