Friday, 25 September 2015

PENTINGNYA KEBERADAAN UKS DI SATUAN PENDIDIKAN KITA

Salam sapa kami kepada pengunjung semua,,,,,,
Siapa yang tidak tahu tentang "UKS" yaitu Usaha Kesehatan Sekolah yang dapat memberikan dampak positif di sekolah berupa kesehatan sekolah yang selalu terjaga dan sehat.Usaha Kesehatan Sekolah bisa dimaknai sebagai komponen dari ekosistem pendidikan. Ia memberikan peran sangat penting yang senantiasa menjaga dan mendongkrak nilai-nilai kebersihan, ketertiban, dan kesehatan di satuan pendidikan.
Penjelasan dari Bapak Thamrin Kasman, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, saat menutup Rapat Kerja Nasional UKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Jumat malam, 18 September 2015. tentang pentingnya keberadaan UKS sebagai berikut :
“Suatu ekosistem di tingkat satuan pendidikan, maka alangkah pentingnya keberadaan UKS di satuan pendidikan,”  Thamrin Kasman, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, saat menutup Rapat Kerja Nasional UKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Jumat malam, 18 September 2015.
Ekosistem pendidikan, tambah Thamrin, mewadahi interaksi antarkomponen pendidikan guna membentuk insan cerdas dan berakhlak mulia. Komponen pendidikan di antaranya kurikulum, guru, pengawas, penilik sekolah, kepala sekolah, komite sekolah, pengurus UKS. “Kita berharap adanya interaksi saling memberi dan menerima,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu Thamrin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerja keras peserta Rakernas UKS dalam merumuskan hasil dan rekomendasi. Ia berharap hasil tersebut dilaksanakan, ditinjau tiap tahun, dan dievaluasi untuk mengetahui pencapaian target yang telah ditetapkan. “Mari kita mengurai sudah sejauh mana rekomendasi dan hasil Rakernas dalam bentuk kebijakan,” tegasnya.
Thamrin pun mengimbau agar hasil dan rekomendasi Rakernas UKS 2015 disosialisasikan ke berbagai jenjang mulai Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga sekolah. Upaya itu dilakukan secara fungsional, bukan struktural yang menunggu petunjuk, disposisi, dan arahan. “Mari kita bekerja, mengukur ketercapaian dan melaporkan apa yang menjadi kendala. (Sumber: http://dikdas.kemdikbud.go.id/)