Sunday, 6 September 2015

Guru, Ujung Tombak Kedaulatan Negara,simak beritanya

Guru merupakan profesi yang mulia karena ditangannya lah anak-anak bangsa tumbuh dan membangun negeri ini.
Guru merupakan sosok utama dalam mewujudkan kedaulatan negara. Sebab, karena peran gurulah akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang tangguh.
Atas alasan itulah Sosialisasi Empat Pilar Kenegaraan yang digelar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), melibatkan guru. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Rinto Subekti, menjelaskan, pihaknya sengaja memilih guru sebagai ujung tombak penyampaian pentingnya Sosialisasi Empat Pilar Kenegaraan karena mereka merupakan baris terdepan bangsa.
"Bayangkan saja bila tidak ada guru. Akan jadi apa negara ini? Selain tidak ada masa depan, kita akan selalu dibodohi oleh negara lain. Guru merupakan instrumen penting di dalam bernegara. Karena itu kami mengajak para guru untuk bersama-sama menyebarkan Empat Pilar Kenegaraan di kalangan anak didik," jelas Rinto kepada Okezone, dalam sosialisasi Empat Pilar Kenegaraan di Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (5/9/2015).
Rinto mengimbuhkan, pihaknya tidak mungkin bisa masuk ke kalangan pelajar tanpa keterlibatan para guru. Padahal, pemahaman Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 sebagai Konstitusi negara serta ketetapan MPR harus disebarluaskan ke semua lapisan masyarakat, terutama ke kalangan pelajar.
"Sejak usia dini pemuda di Indonesia harus sudah memahami pentingnya Pancasila dan UUD 1945 sehingga nantinya mereka lebih peduli terhadap bangsa dan negara," imbuhnya.
Dia mengimbuhkan, era kebebasan berpendapat yang menandai lahirnya era reformasi banyak disalahartikan oleh generasi muda sebagai bebas tanpa batas. Tidak heran, kesalahan pemahaman tentang apa itu kebebasan di era reformasi menyebabkan kendurnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai keakraban sosial.
"Rasa nasionalis terhadap negara ini mulai mengendur. Sangat berbahaya bila dibiarkan. Kesalahanpemahaman ini sangat mengkhawatirkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Rinto.
MPR RI sebagai legislatif negara, ungkap Rinto, terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme di seluruh lapisan masyarakat. Salah satu caranya, dengan terus menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI yaitu Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR dan filosofi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Sosialisasi ke kelangan pendidik juga sangat penting mengingat banyaknya keluhan mereka terkait hilangnya pendidikan Pancasila di sekolah," pungkasnya (sumber : Okezone.com)