Sunday, 27 September 2015

Ajak Guru dan Orang Tua Bersinergi Wujudkan Lingkungan Anti Kekerasan Anak, Ini Pesan Kemdikbud,,,,

Salam Sapa Kami Kepada pengunjung semuanya,,,,
Berbagai kasus kekerasan yang muncul terhadap anak saat sekaran ini, baik itu secara verbal ataupun fisik kerap terjadi di sekitar lingkungan sekolah, seperti yang terjadi baru-baru ini di salah satu sekolah di daerah Jakarta Selatan yang melibatkan dua orang siswa Sekolah Dasar (SD) dan jatuh korban jiwa. Hal ini menjadi keprihatinan pemerintah melihat kasus tersebut.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengajak dan menghimbau kepada seluruh aktor pendidikan, khususnya "guru" dan "orang tua" untuk bersinergi mewujudkan lingkungan anti kekerasan terhadap anak.
“Kondisi memprihatinkan yang baru saja terjadi di lingkungan sekolah dasar sebetulnya dapat terjadi di mana saja. Disini sangat penting sinergi peran guru dan orang tua dalam membangun karakter anak melalui keteladanan positif, sehingga perilaku kekerasan dapat di hindari sejak dini di mulai dari lingkungan keluarga,” demikian disampaikan Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Hubungan Pusat dan Daerah James Modouw, saat menghadiri acara bincang-bincang di salah satu televisi swasta, Senin (21/09/2015).
James mengatakan, porsi pendidikan yang diberikan kepada anak dilihat dari waktu selama 24 jam, sekolah mengambil peran sekitar 8 jam melakukan proses belajar mengajar, dan sisa dari waktu tersebut proses pendidikan berada di keluarga dan lingkungan masyarakat. “Disinilah pentingnya sinergi antara pendidikan di sekolah dan di rumah, saling bekerja sama, saling memberitahu apa yang terjadi di sekolah dan di rumah,” ujarnya.
Untuk menekan dan mengurangi tindak kekerasan di lingkungan sekolah, Kemendikbud melakukan berbagai upaya dengan mengeluarkan program-program penumbuhan karakter positif pada anak. Program tersebut salah satunya adalah Penumbuhan Budi Pekerti. Selain itu juga, terdapat penambahan jam mata pelajaran pendidikan agama. Penambahan jam ini dilakukan sebagai upaya menumbuhkan nilai-nilai religius pada anak,pungkasnya.