Tuesday, 18 August 2015

Tata Penghormatan Wakil Presiden Sudah Sesuai Aturan

Humas BKN, Upacara Pengibaran Bendera Pusaka dalam rangka memperingati HUT Ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia sudah dilangsungkan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2015). Namun ada hal  yang menarik, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi bahan perbincangan di media sosial karena tidak hormat dalam upacara pengibaran Bendera Pusaka tersebut.

Seperti diwartakan kompas.com melalui portal beritanya, Senin (17/8/2015), saat bendera pusaka sedang dikibarkan, Kalla hanya tampak berdiri tegap. Adapun Presiden Joko Widodo yang menjadi inspektur upacara dan berdiri di sisi kanannya bersikap hormat.

Lebih lanjut, Kompas.com mengutip pernyataan netizen yang turut merespon hal tersebut di media sosial. “Kenapa Pak JK ngga hormat? apa emang ngga wajib hormat atau ngga konsentrasi,” kata salah satu pengguna Twitter, @auliamadha, mengomentari posisi Kalla yang tidak memperlihatkan gerakan hormat saat upacara pengibaran bendera pusaka.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Keprotokolan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Sumardi saat dimintai keterangannya menjelaskan bahwa sikap yang dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak menyalahi aturan. Hal tersebut, lanjut Sumardi, sesuai dengan Undang-undang (UU) yang berlaku.

Sumardi menambahkan, menurut UU Nomor 9 tahun 2010 tentang Keprotokolan, pada Pasal 22 ayat 1b disebutkan bahwa iringan lagu kebangsaan dalam pengibaran atau penurunan bendera negara dilakukan oleh korps musik atau genderang dan/atau sangkakala, sedangkan seluruh peserta upacara mengambil sikap sempurna dan memberikan penghormatan menurut keadaan setempat. “Tidak ada yang salah, yang dilakukan Pak Wapres tidak menyalahi aturan yang berlaku,” jelas Sumardi kepada Humas BKN. “Semoga masyarakat mengerti, karena hal-hal seperti ini harus diluruskan,

Sumber link : http://www.bkn.go.id/berita/tata-penghormatan-wakil-presiden-sudah-sesuai-aturan