Sunday, 30 August 2015

Penumbuhan Karakter Anak Mampu Hadapi Tantangan Masa Depan


Berikut Dampak dari penumbuhan budi pekerti anak untuk menghadapi masa depannya ini penjelasana  dari mendikbud  :

Kemendikbud --- Kualitas manusia Indonesia menjadi kunci keberhasilan meraih cita-cita kemerdekaan dari para pendiri republik ini. Kualitas manusia Indonesia bukan sekadar sumber daya manusia dimana manusia tidak hanya dipandang sebagai sumber daya di dalam aktivitas-aktivitas kebangsaan.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, saat memberikan pendapat sebagai tokoh inspiratif untuk acara seminar yang diselenggarakan Kementerian Keuangan dengan tema ‘Perekonomian dari Masa ke Masa: Tantangan dan Strategi’, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (28/8/2015).
Mendikbud mengungkapkan, beberapa hal yang mendasar perlu diperbaiki dari kualitas manusia Indonesia itu sendiri adalah karakter manusianya. Dia mengatakan, komponen karakter manusia yang harus diperbaiki itu tediri dari komponen karakter moral maupun komponen karakter kinerja. “Dua-duanya harus kita bangun,” ujarnya

Mendikbud menyebutkan, komponen dari karakter moral meliputi jujur, berintegritas, dan beriman serta bertaqwa. Komponen karakter kinerja, kata dia, meliputi tangguh, tuntas, dan kerja keras serta ulet. “Dua karakter ini yang harus ditumbuhkan pada anak-anak bangsa Indonesia, bukan ditanamkan,” tuturnya.

Mendikbud menjelaskan, saat ini anak-anak Indonesia perlu memiliki 21th Century Skill (keahlian di abad ke-21,-) untuk menghadapi tantangan masa kini dan masa depan. Keahlian tersebut, kata dia, meliputi berpikir rasional, kreatif, dan berkolaborasi serta mempunyai keahlian berkomunikasi yang baik. “Empat itu harus kita tumbuhkan pada anak-anak,” ucapnya.

Mendikbud menambahkan, apabila Indonesia ingin menguasai perekonomian dunia di masa depan maka anak-anak Indonesia harus dibekali dengan Science (ilmu pengetahuan,-) baik Natural Science (ilmu pengetahuan alam,-) maupun Social Science (ilmu pengetahuan sosial,-). Bekal selanjutnya, kata dia, adalah Technology (teknologi,-), Engineering (rekayasa atau teknik,-), dan Arts (kesenian,-) serta Math (matematika,-). “Bila kita bisa menumbuhkan anak-anak yang berkarakter memiliki kompetensi knowledge (pengetahuan,-) dan skills (keahlian,-) untuk masa depan maka saya yakin masa depan republik ini akan cerah sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pendiri republik ini,” pungkasnya ( sumber: http://kemdikbud.go.id/)