Thursday, 6 August 2015

Mendikbud: Empat Pola Pengajaran untuk Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif adalah empat pola pengajaran yang dapat diterapkan kepada peserta didik agar mereka siap menghadapi tantangan masa depan. Jika dulu pendidikan lebih menekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, maka pendidik masa depan adalah pendidik yang mampu membaca perubahan zaman.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, empat pola pengajaran tersebut sifatnya adalah mengajarkan, menginspirasi, dan menggerakkan. Jika seorang guru dapat melakukan empat pola ini, secara tidak langsung mengajak siswa untuk melihat tantangan masa depan.

 "Guru yang menjadi teladan untuk berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif sangat dibutuhkan bagi para guru masa depan," katanya pada acara pertemuan dengan 500 pendidik dan tenaga kependidikan, di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (03/08/2015).

Mendikbud mengatakan, dengan pendidikan yang menginspirasi dan menggerakkan, para siswa akan dapat bersaing di masanya. Dan gurunya, kata dia, dengan menjadi seorang inspirator bagi siswanya tentu akan diingat sepanjang masa.

Mendikbud menekankan, berbicara mengenai pendidikan tidak selalu berbicara administratif, tetapi juga berbicara pendidkan dalam arti luas. Guru diharapkan dapat selalu berinteraksi dengan baik kepada para siswa. Dengan adanya interaksi yang baik antara guru dan siswa, maka para siswa akan meneladani dengan melihat apa saja yang dilakukan gurunya.

Mendikbud berharap, pelatihan yang diselenggarakan oleh LPMP ataupun lembaga pelatihan lainnya dapat mengambil peran dengan memasukkan dalam materi pelatihan tentang berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. "Jika itu diterapkan dalam pemberian materi pelatihan, maka menjadi bagian dari menciptakan guru masa depan. Selain itu juga penekanan interaksi baik antara guru dan siswa menjadi kunci keberhasilan dalam proses belajar mengajar," kata Mendikbud


Sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/4450