Saturday, 4 July 2015

Strategi Khusus untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

JAKARTA - Dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan merancang tiga kerangka strategi khusus. Tujuannya, membentuk insan pendidikan serta kebudayaan yang berkarakter dengan didasari oleh semangat gotong royong.
Tiga strategi utama tersebut adalah pertama, memfokuskan pada pelaku yakni siswa, guru, kepala sekolah, orangtua, serta pemimpin institusi pendidikan. Selain itu, Anies juga membemberdayakan pelaku budaya untuk dapat melakukan pelestarian serta pengembangan kebudayaan.
"Kita ini harus memperkuat peran para siswa maupun peserta didik. Kapankah terakhir kita panggil anak-anak kita dan bertanya apa yang mereka inginkan dari sekolah ini?" ungkap Mendikbud Anies Baswedan, seperti dikutip dari laman Universitas Negeri Yogayakarta (UNY), Senin (27/4/2015).
Strategi kedua yakni meningkatkan mutu serta akses. Hal ini mencakup optimalisasi pendidikan wajib belajar 12 tahun, khususnya untuk masyarakat terpinggir. Fokus dalam strategi ini adalah agar mutu pendidikan tersebut dapat bersaing secara global melalui pemahaman dalam keberagaman.
Terakhir, strategi yang berfokus pada birokrasi. Anies mengedepankan perbaikan dalam tata kelola serta keterlibatan publik. Strategi tersebut meliputi aspek pengelolaan kebijakan berbasis data serta bukti di lapangan, meningkatkan penguatan kapasistas tata kelola pada sektor birokrasi pendidikan di daerah-daerah serta bisa mengembangkan koordinasi dan kerjasama dalam tingkat nasional di segala sektor.
"Fokus kebijakan dimulai dari mewujudkan birokrasi Kemendikbud yang menjadi teladan dalam tata kelola yang bersih, efektif dan efisien, seta melibatkan publik," tambahnya.

Sumber Berita : okezone.com