Monday, 6 July 2015

Guru Honorer Jangan Mudah Tergiur Jadi PNS

MEDAN – Menjadi guru honorer terkadang mengesalkan, sudah lama mengabdi untuk dunia pendidikan namun belum juga diangkat statusnya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sampai-sampai uang ratusan juta dikeluarkan sebagai jalan pintas untuk menjadi PNS, tapi apa daya sang guru honor malah tertipu.
Nasib nahas ini dialami Asmalia (28), salah seorang guru honorer di salah satu SMP di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, yang tergiur menjadi PNS. Apapun dilakukan agar statusnya dari guru honorer menjadi guru PNS, hingga akhirnya uang ratusan juta milik Asmalia melayang ditipu Junaidi.
Junaidi tidak lain adalah seorang Guru SD Negeri yang mengaku sebagai kerabat Bupati Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Asmalia mengaku dirinya tertipu sekira Rp205 juta, karena tergoda dengan iming-iming bisa diangkat menjadi PNS melalui jalur pengangkatan honorer (K2) dengan bantuan Junaidi.
Setelah Asmalia setahun menanti, pengangkatan menjadi PNS yang dijanjikan Junaidi tak kunjung dipenuhi. Junaidi yang merupakan warga Jalan Sisingamangaraja, Kota Tebingtinggi itu pun tak lagi bisa dihubungi.
"Enam kali saya cicil uangnya. Pertama pada 16 Juni 2014 dan terakhir pada September 2014. Besarannya beda-beda, mulai dari Rp4 Juta sampai Rp50 Juta. Totalnya semua Rp205 Juta. Ada buktinya kok, bermaterai lagi," ujar Asmalia, Jumat (3/7/2015).
Asmalia menyebutkan, ia awalnya hendak menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan, dengan meminta uangnya dikembalikan. Namun Junaidi tak kunjung mengembalikan uang tersebut, dan malah kembali menebar janji-janji palsu.
"Saya sadar ada yang salah, makanya saya minta uang saya kembali. Tapi kata dia enggak bisa dan saya ma
lah disuruh nunggu. Dijanjikan lagi, katanya lagi diusahakan. Karena saya sudah enggak percaya, jadi saya laporkan saja ke polisi,” tukasnya.
Sementara itu Kasubag Humas Polres Sergai saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban. Ia mengaku pihaknya masih memeriksa laporan tersebut.
"Iya benar. Laporannya atas nama Asmalia. Ini masih kita lidik. Kita akan panggil sejumlah saksi yang disebutkan pelapor, termasuk terlapor," tegasnya.