Wednesday, 15 April 2015

Bekerja itu baik dilakukan dengan ikhlas

Bekerja itu baik dilakukan dengan ikhlas




Tidak ada sesuatu pun kebaikan yang akan luput dari pengawasan
dan pengetahuan Allah SWT.

            Bekerja biasanya bergantung pada gaji. Kalau pendapatan yang diterima besar, maka gairah kerjapun semakin bertambah. Sebaliknya jika gaji diterima kecil, semangat pun jadi lesu.hal yang lumrah terjadi

namun Allah SWT telah mengingatkan kepada kita


"Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS. ath-Thalq [65]: 3).


            Semangat dalam bekerja jangan bergantung pada gaji, karena rezeki dari Allah tidak hanya lewat gaji. Niatkan yang tulus kepada Allah dengan pekerjaan yang halal dan baik, syariat yang selalu dipegang, serta terus bekerja secara jujur, disiplin, maksimal dan hasil pekerjaan berkualitas.

            Biarkan saja jika atasan tidak mengetahui apa yang kita kerjakan, karena Allah pasti memperhatikan. Abaikan juga atasan yang tidak menghargai, karena Allah pasti menghargai orang yang berbuat kebaikan dan kejujuran. Mungkin nanti Allah akan memberikan ganjaran lewat jalan yang lain. Allah Mahaperkasa lagi Mahamulia, dan kehendak-Nya pasti terjadi.

            Sekali pun hasil pekerjaan kita tidak dihargai oleh orang lain, jangan sakit hati. Tetapi tetaplah tersenyum, itu cuma ujian keihklasan. Hanya sebuah episode yang diatur oleh Allah SWT. Dia melihat dan mengetahui semuanya. Lanjutkan saja bekerja dengan baik dan bagus serta penuh rasa tanggung jawab. Ada waktunya Allah membukakan fakta yang sebenarnya.


Ada istilah "lima as", yakni kerja keras, cerdas, berkualitas, tuntas, dan ikhlas. Kalau tidak tuntas, ibarat keramas yang cuma sebelah. Tak elok rasanya. Upayakanlah secara maksimal agar setiap pekerjaan tuntas. Lakukanlah lillaahitaala.


            Dengan keikhlasan, kita dapat terhindar dari iri dan dengki. Setelah menekuni pekerjaan secara tuntas dan berkualitas, kita sudah tidak perlu iri atau dengki terhadap kawan-kawan sekolah dulu yang hidupnya telah bermobil mewah. Karena jangankan dengan teman sekelas, antara diri kita dan saudara-saudara kita dalam satu keluarga pun garis hidupnya pasti berbeda.

            "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu." (QS. al-Hadd [57]: 20).

            Dunia hanyalah kesenangan yang menipu. Namun, wajib diingat kalau hal itu tidak lantas membuat kita mengabaikan maupun mengutuknya. Teruslah berbuat amal pada jalur kebaikan dan bermanfaat. Tanpa membangga-banggakan rezeki yang diperoleh, apalagi merekayasa atau membuat pencitraan supaya dihormati.
            Lakukanlah pekerjaan yang kita kerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan semaksimal mungkin, angggaplah pekerjaan yang kita lakukan merupakan sebuah amal ibadah dan kebaikan kita di masa yang akan datang.

            Semangat bekerja untuk kawan-kawan mulailah terlebih dahulu dengan bacaan “Basmallah”