Wednesday, 11 September 2013

"Anouk Marayau" : Salah satu cerita pereda tangisan anak-anak di Desa Tanjung Pauh_Kerinci

posting artikel : http://jeckyarielantropologsosiolog.blogspot.com
Sebagai remaja ataupun dewasa, masa kanak-kanak merupakan masa yang sama-sama telah pernah kita lewati. Pada masa kanak-kanak ini jika kita bayangkan secara kekinian sangatlah lucu dan mungkin bahkan membuat kita malu sendiri mengingat dan mengenang masa kanak-kanak kita. Salah satu yang teringat dari masa ini adalah isak tangis yang sendu mendayu-dayu. Entah apa yang ditangisi, tapi tak lengkap rasanya bila pada masa kanak-kanak ini tanpa tangisan. 

Berawal dari merengek-rengek dan mengeluarkan suara yang disebut dengan tangisan, itulah salah satu ciri khas masa kanak-kanak. Dari tangisan ini berkembang sebuah cerita di Desa Tanjung Pauh_Kerinci. Anouk Marayau itulah cerita yang pernah dan sering diceritakan pada anak-anak ketika mereka menangis dan merengek-rengek. 

Auuuuuuueeeeee, Auuuueeeee, mungkin begitulah kira-kira bunyi tangisan yang mendayu-dayu tersebut yang hingga akhirnya terisak-isak. Tak tau apa yang ditangisi, maklum namanya juga anak-anak. Tangis bermula dan sulit berakhir. Orang tua berusaha mencari solusi agar anak mereka berhenti menangis, namun alhasil cerita Anouk Marayau ini yang didapatkan yang dipercaya dan bisa mereda tangisan anak mereka.

Anouk Marayau ini jika dicerna dalam bahasa Indonesia bisa seperti ini : Anouk berarti Anakdan Marayau berarti Merayu (dalam tanda kutip dengan cara mencuri). Jika hal tersbut disatukan menjadi Anouk Marayau yang dapat diartikan sebagai salah seorang pencuri anak-anak (khusunya anak-anak yang tidak mau berhenti menangis). 

Bentuknya Anouk Marayau ini bermacam-macam variasi bentuk yang semuanya tergantung kepada imajinasi pencerita. Bisa saja bentuknya seram seperti ini : 
                                                


mungkin juga cantik seperti ini : 

atau malahan ganteng...???



Entahlah, jika mencari dan mengimajinasikan wujud dan variasi bentuk Anouk Marayau ini sangatlah banyak, tergantung pada tingkat imajinasi pencerita yang akan bercerita kepada anak-anak mereka yang mungkin juga tidak mau berhenti menangis. Yang jelasnya, cerita Anouk Marayau ini jelas ada dan menjadi  salah satu cerita pereda tangisan anak-anak yang didendangkan  atau diceritakan oleh orang tua kepada anak-anak mereka ketika anak-anak mereka tidak mau berhenti menangis, denganmainsett bahwa Anouk Marayau ini adalah salah satu makhluk pencuri anak-anak (khsususnya anak-anak yang tidak mau berhenti menangis).  

Beginilah Cerita Anouk Marayau itu :

ANOUK MARAYAU

Pada suatu hari ada seorang anak yang tidak mau berhenti menangis. Dia menangis setiap hari dan tidak berhenti-henti menangis hingga air matanya habis dan tidak berair mata lagi. Tiba-tiba pada suatu hari, tangisan anak ini didengar oleh Anouk Marayau ini. Setelah Anouk Marayau mendengarkan tangisan anak ini, ia langung mengeja/mengajar tangisan anak ini "auuuuuuuuuuee, auuuueeeee" begitu bunyi Anouk Marayau mengeja tangisan anak ini dengan suara yang lebih lantang dan keras.


Lalu, setelah mendengar suara ejaan dari Anouk Marayau ini, tiba-tiba anak yang tidak mau berhenti menangis ini terdiam dan mencoba melihat ke luar rumah lewat pintu depan rumahnya. Pas pintunya dibuka, ternyata di luar rumah Anouk Marayau sudah bersiap untuk menculik dan membawa anak yang tidak mau berhenti menangis tadi ke atas gunung yang jauh dan tidak diketahui oleh siapapun. Anak yang tidak mau berhenti menangis ini diculik dan dimasukkan ke dalam karung oleh Anouk Marayau agar tidak kelihatan jejaknya oleh masyarakat. 

Pada saat itu, anak yang tidak mau berhenti menangis tadi berteriak minta tolong "tolong, tolong" dan berjanji tidak akan menangis lagi "aku berjanji tidak akan menangis lagi, tolong jangan culik aku" kata sang anak yang tidak mau berhenti menangis tadi kepada Anouk Marayau. Namun, Anouk Marayau tidak menghiraukan seruan anak terbeut, dia terus saja berlari ke arah hutan yang tidak tau seseorangpun kecuali Anouk Marayau ini. Akhirnya, anak yang tidak mau berhenti menangis tadi hilang bersama Anouk Marayau dan tidak bisa pulang ke rumah lagi, karena tidak tau jalan pulang. Dan masyarakat juga tidak tau dimana keberadaan anak itu sekarang bersama Anouk Marayau. Mungkin dijadikan budak oleh Anouk Marayau di hutan sana, atau menjadi santapan lezat Anouk Marayau. 

Begitulah cerita Anouk Marayau ini. Logikanya, anak-anak pasti takut mendengarkan cerita yang mereka merasa dilibatkan dalam cerita tersebut seperti cerita Anouk Marayau tersebut. Hingga akhirnya anak-anak yang tidak mau berhenti menangispun bisa berhenti menangispun bisa terhenti dan sejenak reda tangisannya mendengarkan cerita ini, dan terkulas tidur atau kabur lari tanpa tangisan lagi dan bermain bersama teman-temannya dengan ceria. 

Dari hal cerita Anouk Marayau ini dapat disimpulkan dan dibuat sebuah alur pemikiran tentang salah satu cara meredakan tangisan anak sebagai berikut :
  1. ANAK-ANAK SUKA MENANGIS
  2. ORANG TUA MENCARI SOLUSI AGAR ANAKNYA BISA BERHENTI MENANGIS
  3. SALAH SATU SOLUSI UNTUK MEREDAKAN TANGISAN ANAK IALAH DENGAN CARA BERCERITA
  4. CERITA YANG PAS UNTUK MEREDAKAN TANGISAN ANAK-ANAK (KHUSUSNYA DI DESA TANJUNG PAUH) IALAH CERITA TENTANG ANOUK MARAYAU YANG MENCERITAKAN TENTANG ANAK YANG DICULIK KARENA TIDAK MAU BERHENTI MENANGIS
  5. DARI CERITA YANG DIDENGARKAN DARI ORANG TUANYA, ANAK YANG MENANGISPUN MULAI BERFIKIR DAN TAKUT DICULIK OLEH ANOUK MARAYAU KARENA TANGISANNYA
  6. AKHIRNYA, TANGISAN ANAK BISA MEREDA
  7. ANAK BERHENTI MENANGIS DAN BISA BERAKTIFITAS KEMBALI  TANPA TANGISAN